Starategipembelajaran_

 Nama: Fina Syapitri

Nim: 11901302

Kelas: PAI 4C

Makul: Magang 1 (Laporan Baca)

Judul Buku: Strategi Pembelajaran

Penulis: Haudi, S.Pd., M.M., D.B.A

Penerbit: Insan Cendikiawan

Laporan hasil baca

A. Pengertian Strategi Pembelajaran

 Startegi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha agar mencapai kemenangan pada suatu pertempuran. Strategi mulanya digunakan pada lingkungan militer, namun istilah strategi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam konteks pembelajaran yang dikenal dalam istilah strategi pembelajaran.

 Menurut Kemp startegi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang wajib dilakukan pendidik dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Menurut J.R David strategi pembelajaran merupakan suatu rencana yang berisi tentang rangkaian-rangkaian yang dibuat guna mencapai tujuan Pendidikan menurut Dick and Gerey, strategi pembelajaran merupakan suatu kelompok materi dan langkah atau tahapan pembelajaran yang digunakan bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar peserta didik.

 Pendapat dari Meodjono, strategi pembelajaran merupakan kegiatan Pendidikan untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek dari komponen pembentuk sistem pembelajaran dimana untuk itu pendidik menggunakan langka tertentu. Merujuk dari beberapa pendapat di atas staratgi pembelajaran dapat dimaknai secara sempit dan luas. Secara sempit strategi mempunyai kesamaan dengan metode yang berarti cara untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan. Secara luas startegi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menetapkan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.

 Menurut poerwardaminta, pembelajran merupakan terjemahan dari kata “instructioan” yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau “intruere” yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti instruksioanal adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran. Pengertian ini lebih mengarah kepada Pendidikan sebagai pelaku dalam perubahan. Muhammad Surya memberikan pengertian pembelajaran merupakan individu untuk memperoleh suatu perubahan prilakubyang secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pengetian ini lebih menekankan kepada peserta didik sebagai pelaku perubahan.

 Kemp dalam Wina Senjaya mengemukakan bahwa strategi pembelajaran yang harus dikerjakan oleh Pendidikan dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya dengen mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna pembelajaran makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplemntasikan digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu dengan kata lain, strategi merupakan “a palan of opratioan achieving something” (Wina Senjaya, 2008).

 Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa

1. Strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan/perbuatan yang termasuk juga penggunaan metode dan pemenfaatan berbgai sumber daya/kekuatan dalam suatu pembelajaran ini berarti bahwa di dalam penyususnan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan

2. Startegi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya di sini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemenfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu diremuskan suatu tujuan yang jelas dapat diukur keberhasilannya.

3. Strategi pembelajaran merupakan suatu rencana yang dilaksanakan pendidik untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan.

B. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran

Menurut Mansur terdapat empat konsep dasar strategi pembelajara

1. Mengidentifikasikan serta menetapkan tingkah laku dari kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan sebagai tuntunan dan perubahan zaman.

2. Mempertimbangkan dan memilih sistem belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran yang akurat.

3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang adianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan kegiatan mengajar.

4. Menetapkan nama-nama dan batas minimal keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan baik untuk penyempurna sistem instruksional yang bersangkutan acara keseluruhan.

C. Istilah Terkait dalam Strategi Pembelajaran

 Ada beberapa istilah dalam pembelajaran yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa binggung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah.

1. Model Pembelajaran

 Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka koseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian lain, model juga diartikan sebarang barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya. Dalam istilah selanjutnya, istilah model digunakan untuk menunjukkan pengertian yang pertama sebagai kerangka konseptual. Atas dasar pemikiran adalah kerangka konseptual dan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, berfungsi sevagai pedoman bagi perancang pengajaran, serta para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar. dengan demikian, aktivitas belajar mengajar benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tersusun secara sistematis. Maka pengertian di atas dapat dipahami bahwa:

a. Model pembelajaran merupakan kerangka dasar pembelajaran yang dapat di isioleh beragam muatan mata pelajaran sesuai dengan karakteristik kerangka dasarnya;

b. Model pembelajaran dapat muncul dalam beragam bentuk dan variansinya sesuai dengan landasan filosofis dan pedagogis yang melatar belakanginya.

 Dengan demikian maka model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada pendekatan, strategi, metode, atau prosedur, Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunkan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas, atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum, dan lain-lain. Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

  Menurut Kardi dan Nur, model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang membedakan dengan strategi metode, atau prosedur, ciri-ciri tersebut ialah:

a. Rasional teoritas logis yang disusun oleh para pencipta

b. Landasan pemikiran tantang apa dan bagaimana peserta didik belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai)

c. Tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil;

d. Lingkaran belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai

2. Pendekatan pembelajaran

 Istilah pendekatan berasal dari bahasa inggris “approach” yang memiliki beberapa arti diantaranya diartikan dengan “pendekatan”. Menurut Gladene Rebertson dan Hellmut lang pendekatan pendekatan pembelajaran dapat dimaknai menjadi dua pengertian yaitu, pendekatan pembelajaran sebagai dokumen tetap, dan pendekatan pembelajaran sebagai bahan kajian yang terus berkembang. Pendekatan belajar sebagai dokumen tetap dimaknai sebagai suatu kerangka umum dalam praktek prfesional guru, yaitu serangkaian dokumen yang dikembangkan untuk mendukung pencapaian kurikulum. Hal tersebut berguna untuk mendukung kelancaran guru dalam proses belajar mengajar.

 Adapun dari jurnal yang saya baca yang berjudul “Strategi Belajar dan Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa” oleh Fatimah dan Ratna Dewi Kartika Sari, volume 1 No, 2 Bulan Oktober Tahun 2018.

 Startegi adalah suatu seni merancang oprasi di dalam peperangan seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam Angkatan darat atau Angkatan laut. Secara umum strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksankan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Menurut O’Malley dan Chamot (1990), strategi adalah seperangkat alat yang melibatkan individu secara langsung untuk mengembangkan bahasa kedua tau abahasa asing.

 Startegi belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar pembelajaran berhasil dan terarah.

Strategi belajar menurut Huda (1999) antara lain:

1. Strategi utama dan strategi pendukung. Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajaran dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kesalahan, frustasi, dan lain sebagaianya.

2. Strategi kognitif dan strategi metakognitif

Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama. Strategi matakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif seperti monitoring diri sendir, dan penguatan diri sendir.

3. Strategi sinteksis dan strategi sematik

Strategi sinteksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan penglolaan kata, strategi sematik adalah berhubungan dengan objek nyata, situasi dan kejadian

Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya sebagai berikut:

1. Penekanan komponen dalam program pengajaran

Komponen porogram pengajaran antara lain yang berpusat pada pengajaran antara lain yang berpusat pada pengajaran. Pengajaran menyampikan informasi kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik ceramah, tekniktam taching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antar disiplin. Berpusat pada peserta didik. Strategi pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan berperan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, pengajar berperan sebagai motivator dan fasilitator. Teknik penyajian adalah teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik eksperimen, teknik kerja lapangan dan teknik penyajian kasus.

2. Kegiatan pengelolaan pesan atai materi

Kegiatan ini dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal. Strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi yang menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan menemukan fakta, prinsip, serta konsep yang mereka butuhkan.

3. Pengelolaan pesan atau materi

Dibedakan menjadi dua yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal yang khusus. Misalnya pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh kalimat tunggal dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat tunggal. Sedangkan strategi pembelajaran indukasi adalah pesan diolah mulai dari pesan-pesan yang khusus menuju kepada konsep yangbersifat umum.

4. Cara memproses penemuan

Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Startegi penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan


Komentar