Kurikulum_

 Nama: Fina Syapitri

Nim: 119101302

Kelas: PAI 4C

Mata kuliah: Magang

Jurnal yang dibaca:

Penulis: M. Asri

Judul: Dinamika Kurikulum Di Indonesia

Materi Kurikulum

          Sejarah Pendidikan dan Kurikulum di Indonesia Berbicara tentang kurikulum tak terlepas dengan lembaga pendidikan yang mengimplementasikan kurikulum itu sendiri. Sejarah pendidikan di Indonesia sendiri sedah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka, yang mana dilakukan oleh lembaga pendidikan pesantren. Kemudian setelah bangsa ini merdeka barulah Indonesia memiliki sekolahyang dikelola sendiri karena sebelum kemerdekaan sistem persekolahan dikuasai oleh para penjajah. Sebelum masuk pada pembahasan kurikulum, mari menilik sejarah pendidikan di Indonesia yang diawali dengan munculnya Pesantren, sekolah dan madrasah. Pesantren atau pusat pendidikan islam kuat diduga berkaitan dengan kedatangan para musafir dan pedagang muslim yang masuk lewat jalur perdagangan pada abad 7 M dan 8 M.

          Kemudian sejak abad 11 M Islam sudah masuk ke pulau- pulau di nusantara dan mulai Intensif menyebar pada abad ke 13 sampai akhir abad 17 dan pada masa itu mulai berdiri pusat-pusat kekuasaan Islam sepertidi Aceh, Demak, Giri, Ternate dan Goa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pesantren telah mulai dikenal di Indonesia. Awalnya kurikulum pesantren dilandaskan pada tingkat kemudahan dan kompleksitas kitab-kitab yang dipelajari, mulai dari tingkat awal, menengah dan lanjut. Kemudian dalam perkembangannya pesantren telah melakukan perubahan kurikulum dengan memasukkan pendidikan umum dalam kurikulum pesantren. Sekolah yang pertama didirikan di Jakarta pada tahun 1617 pada masa VOC yang bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten pada VOC.

          Sistem pendidikan sekolah ini di kuasai oleh penjajah, dan baru setelah merdeka barulah Indonesia dapat mengelola sekolah sendiri. Sedangkan madrasah berkembang di jawa mulai 1912. ada model madrasah pesantren NU dalam bentuk Madrasah Awaliyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Mualimin Wustha, dan Muallimin Ulya ( mulai 1919), ada madrasah yang mengaprosiasi sistem pendidikan belanda plus, seperti muhammadiyah ( 1912) yang mendirikan Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Muallimin, Mubalighin, dan Madrasah Diniyah. Ada juga model AL-Irsyad (1913) yang mendirikan Madrasah Tajhiziyah, Muallimin dan Tahassus, atau model Madrasah PUI di Jabar yang mengembangkan madrasah pertanian, itulah singkat tentang sejarah madrasah di Indonesia.

            Istilah kurikulum menjadi popular sejak tahun 1950 di Indonesia, yang mana dikenalkan oleh sejumlah kalangan pendidik lulusan Amerika Serikat. Sebelum mengenal istilah kurikulum, pendidikan Insonesia lebih akrab dengan istilah rencana pembelajaran. Kurikulum sendiri mempunyai definisi yang berbeda-beda hal ini disebabkan oleh perbedaan sudut pandang dan latar belakang keilmuan para ahli tersebut, sehingga semantik definisi yang dirumuskan akan berbeda meskipun pada intinya terkandung maksud yang sama. Kurikulum sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu currere, yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuhmulai dari start sampai dengan finish, sama halnya dengan pendidikan ada awal dan akhir proses pembelajaran. Atas dasar tersebut pengertian kurikulum diterapkan dalam bidang pendidikan.

          Secara terminologis kurikulum dalam pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Pengertian tersebut tergolong pengertian tradisional, dan dari pengertian tersebut dapat kita amatai bahwa ada implikasi dari pengertian tradisional tersebut. a. Kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran b. Peserta didik harus mempelajari danmenguasai seluruh mata pelajaran c. Mata pelajaran tersebut hanya dipelajari di sekolah d. Tujuan akhir kurikulum adalah untuk memperoleh ijazah Para ahli menyatakan kurikulum sebagai a plan for learning (Hilda Taba). Senada dengan ungkapan Edward A. Krug menyatakan bahwa kurikulum dipandang sebagai cara dan upaya guna mencapai tujuan pendidikan. Secara umum ”curriculums is a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting”. (B. Othanel Smith, et.al).

Macam-macam kurikulum:

A. Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968) Rencana Pelajaran 1947

          Kurikulum ini merupakan kurikulum pertama yang lahir setelah masa kemerdekaan. Pada masa tersebut masih menggunakan istilah leer plan ( bahasa belanda = rencana pelajaran) ketimbang istilah kurikulum . rencana pelajaran ini berasaskan pada Pancasila. Rencana pelajaran 1947 ini baru digunakan disekolah- sekolah pada tahun 1950, yang mana dalam rencana pelajaran ini memuat dua hal pokok yaitudaftar mata pelajaran dan jam pengajarannya serta garis-garis besar pengajaran (GBP). Selain itu rencana pelajaran ini belum difokuskan pada ranah kognitif namun ditujukan untuk pendidikan watak dan perilaku,sehingga materinyapun meliputi kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi juga dihubungkan dengan kegiatan sehari-hari serta memberikan perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

B. Rencana Pelajaran Terurai 1952

          Rencana pelajarn 1947 kemudian disempurnakan menjadi rencana pelajaran terurai 1952. Pada fase ini pendidikan sudah mulai menata tujuannya. Fokus rencana pelajarannya tidak hanya pada pendidikan watak dan perilaku saja, aspek kognitif sudah muali diperhatikan. Selain itu pengembanganya juga sudah mulai meluas atau pada saat itu disebut dengan Pengembangan Pancawardhana yang mana mencakup daya cipta, rasa, karsa, karya dan moral. Mata pelajaran pun sudah diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi yaitu: (1) Moral; (2) Kecerdasan; (3) Emosional/artistik; (4) Keprigelan (keterampilan); (5) Jasmaniah.

C. Kurikulum Rencana Pendidikan 1964

          Kurikulum ini dirancang pada akhir era kekuasaan presiden Soekarno. Isu yang berkemabang pada saat itu adalah bahwa pembelajaran akan dikonsep sedemikian rupa menjadi pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif dan produktif. Sehingga para guru diwajibkan unuk membimbing peserta didiknya agara mampu memecahkan persoalan / problem solving. Cara belajar yang dijalankan dengan metode gotong royong terpimpin. Selain itu pemerintah juga menerapkan hari sabtu sebagai hari krida yang mana bertujuan untuk memberikan kebebasan pada siswa berlatih kegiatan di bidang kebudayaan, kesenian, dan oleh raga sesuai dengan minat siswa. Pada kurikulum 1964 ini terjadi perubahan pada penilain di rapor bagi kela 1 dan II, yang mana semula menggunakan skoring 10-100 menjadi huruf A, B, C dan D.

D. Kurikulum 1968

          Kurikulum 1968 dilahirkan oleh pemerintah dengan harapan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan karena kurikulum yang berlangsung sebelumnya terkesan masih diwarnai oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang cenderung mengkomodir sistem-sistem yang belum sejalan dengan jiwa UUD 45. Dalam penerapannya, kurikulum 1968 diserahkan pada masing-masing sekolah atau guru, kurikulum 1968 secara nasional hanya memuat tujuan materi, metodik dan evaluasi. Hal ini berarti kurikulum 1968 telah dikembangkan dalam nuansa otonomi.

E. Kurikulum Berorientasi Pencapaian Tujuan (1975-1994)

          Kurikulum 1975 Setelah munculnya keputusan MPR No. II/MPR/1973 maka muncullah kurikulum baru yang disusun oleh pemerintah, yaitu kurikulum 1975 menggantikan kurikulum sebelumnya. Dalam kurikulum ini, konsep pendidikan ditentukan dari pusat, sehingga para guru tidak perlu berfikir untuk membuat konsep pembelajaran yang akan dilaksanakan

F. Kurikulum 1984

          Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, menjelang tahun 1983 kurikulum 1975 dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu, sehingga pada tahun 1984 dibentuklah kurikulum yang baru yaitu kurikulum 1984. Ciri kusus dari kurikulum ini terdapat pada pendekatan pengajarannya yang berpusat pada adak didik melalui cara belajar siswa aktif atau sering kita sebut dengan CBSA. Materi pelajaran juga diberikan dengan konsep spiral yang artinya semakin tinggi kelas atau jenjangnya semakin dalam dan luas pula materi pelajarannya. Selain itu metode

penyampain materi tidak hanya sekedar ceramah, metode praktik juga sudah mulai digunakan agar pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk mencapau tujuan pelajaran.

G. Kurikulum 1994

          Kurikulum 1994 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan sosial di masa depan sehingga membutuhkan keahlian tertentu sebagai bagian dari modal melakukan kehidupan secara mandiri. Sehingga pendidikan diarahkan pada pembentukan karakter anak yang memiliki kemampuan dasar siap bekerja dengan skill yang baik sehinggga bisa digunakan di perusahaan –perusahaan atau pabrik-pabrik atau lebih tepatnya, pendidikan bertujuan untuk memproduksi tenaga berpendidikan yang siap pakai.

H. Kurikulum 2004/ KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

          Kurikulum Berbasis Kompetensi atau yang kebih sering kita kenal dengan KBK merupakan sebuah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan dan penguasaan kompetensi bagi peserta didik melalui berbagai kegiatan dan pengalaman sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, orang tua dan masyarakat, baik untuk melanjukan pendidikan yang lebih tinggi, memasuki dunia kerja maupun sosialisasi dengan masyarakat.10KBK pada prinsipnya adalah menggeser orientasi kurikulum dari yang berbasis content kepada orientasi kurikulum yang berbasis pada kompetensi.

I. Kurikulum 2006/ KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

         Dalam Standar Nasional Pendidik (SNP Pasal1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. penyususnan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

J. Kurikulum 2013 Kurikulum ini adalah kurikulum terbaru yang mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2013-3014. Pengembangan Kurikulum 2013 ini diharapkan mampu menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Adapun elemen yang berubah pada kurikulum 2013 ini adalan pada standar kompetensi lulusan, standar proses, stadar isi, dan standar penilaian. Kompetensi lulusan kurikulum ini adalah adanya peningkatan dan keseimbangan antara soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi, sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. embangkan dari kompetensi. Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Selain belajar juga tidak hanya terjadi di ruang kelas tetapi djuga di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pembelajaran sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui cotoh dan teladan. Pembelajaran di sekolah dasar dia jarkan secara tematik dan terpadu, di jenjang SMP mata pelajaran IPA dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu. Untuk tingkat SMA terdapa mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya dan untuk SMK sendiri kompetensi ketrampilan di sesuaikan dengan standar industri.


Komentar