KarakteristikPesertaDidik_
Nama: Fina Syapitri
Nim:
11901302
Kelas:
PAI 4C
Tugas:
Magang 1
Dosen
Pengampuh: Farninda Aditya, M. Pd.
Judul
Buku: Memahami Karakteristik Anak Didik
Penulis:
Dr. Meriyati, M.Pd Cetakan
Pertama:
2015
Desain
Cover: Fakta Press
Layout
oleh: Fakta Press
Laporan
hasil baca
Karakteristik
Pesesta Didik
A. Memahami
Latar Belakang Karakteristik Awal Anak
Karakteristik anak masing-masing
berbeda-beda, guru perlu memahami karakteristik awal anak didik sehingga ia
dapat dengan mudah untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan
pembelajaran termasuk juga pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan
dengan bagaimana menata pengajaran, Kemampuan yang dimiliki mereka sehingga
komponen pengajaran dapat sesuai dengan karakteristik dari siswa yang akhirnya
pembelajaran tersebut dapat lebih bermakna. Berdasarkan pada kemampuan ini
dapat ditentukan dari mana pengajaran harus dimulai dan di batas mana
pengajaran tersebut dapat di akhiri. Jadi, pengajaran berlangsung dari
kemampuan awal sampai ke kemampuan akhir (tujuan akhir) itulah yang menjadi
tanggung jawab pengajar.
Guru harus mengenal karakteristik
peserta didik, karena dengan mengenal karakteristik peserta didik membantu guru
dalam mengantarkan mereka untuk mengejar cita-cita yang diinginkan. Selanjutnya
guru harus mampu memahami karakter peserta didik. Memahami karakter peserta
didik butuh kesungguhan dan keterlibatan hati dan pikiran guru sehingga dia
dapat memahami karakternya dengan baik dan benar. Tujuan yang diinginkan dari
memahami karakteristik awal siswa adalah untuk mengkondisikan apa yang harus
diajarkan, bagaimana mengkondisikan siswa belajar sesuai dengan
karakteristiknya masing-masing. Karakteristik siswa merupakan salah satu
variabel dari kondisi pengajaran. Variabel ini didefinisikan sebagai
aspek-aspek atau kualitas individu siswa. Aspek-aspek berkaitan dapat berupa
bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan
kemampuan awal yang telah dimilikinya. Setiap manusia memiliki karakteristik
yang berbeda-beda. Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan
perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara
pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam
mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karena itu, upaya memahami
perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau disesuaikan dengan
karakteristik siswa itu sendiri. Guru bukan hanya memahami karakteristik anak
secara individu, ia perlu memahami karakteristik anak secara kelompok. Empat
pokok hal dominan dari karakteristik siswa yang harus dipahami oleh guru yaitu:
a. Kemampuan dasar seperti kemampuan kognitif atau intelektual.
b.
Latar belakang kultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama dll.
c.
Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, mina
d.
Cita-cita, pandangan ke depan, keyakinan diri, daya tahan,dll
Mengidentifikasi kemampuan awal dan
karakteristik peserta didik mempunyai tujuan yaitu :
a)
Memperoleh informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan serta
karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu.
b)
Menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta didik
berkaitan dengan pemilihan program-program pembelajaran tertentu yang akan
diikuti mereka.
c)
Menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang perlu
dikembangkan sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.
Seorang guru jika ingin mengetahui
karakteristik kemampuan awal dari peserta didik, dapat dilakukan dengan
pemberian tes (pre – test). Tes yang diberikan dapat berkaitan dengan materi
ajar sesuai dengan panduan kurikulum. Selain itu pendidik dapat melakukan
wawancara, observasi dan memberikan kuesioner kepada peserta didik, guru yang
mengetahui kemampuan peserta didik atau calon peserta didik, serta guru yang
biasa mengampu pelajaran tersebut. Teknik untuk mengidentifikasi karakteristik
siswa adalah dengan menggunakan kuesioner, interview, observasi dan tes Latar
belakang siswa.
B. Manfaat
memahami karakter anak didik
Banyak manfaat yang akan diperoleh
oleh guru maupun peserta didik, jika mereka saling mengenal karakteristik
masing-masing. Bagi peserta didik, mereka akan mendapat pelayanan prima,
perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, merasakan bimbingan yang maksimal
dan menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakternya. Bagi
guru, manfaat mengenal dan memahami karakter peserta didik adalah :
1)
guru akan dapat memetakan kondisi peserta didik sesuai dengan karakternya
masing-masing. 2) Guru dapat memberikan pelayanan prima dan memberi tugas
sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan peserta didiknya.
3)
Guru dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mereka berupa minat, bakat dan
kegemarannya dan berusaha menekan potensi negatif yang mungkin muncul dari
karakter anak didik yang tidak baik yang dimilikinya. Setiap peserta didik
memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda-beda. Sebagian dari peserta
didik memiliki otak yang mampu menyerap banyak informasi sekaligus, namun ada
juga yang hanya mampu menyerap dan memproses info sedikit demi sedikit. Ada
yang mampu menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi dalam otak dengan cepat
sementara ada yang melakukan hal tersebut dengan lambat.
Disadari atau tidak, banyak peserta
didik yang merasa terluka secara emosional, merasa gagal, dan tidak berarti
ketika harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa memenuhi harapan
orang- orang yang ada disekelilingnya. Atau bahkan tidak mampu memenuhi harapan
dan tuntutan orang tua terutama dibidang akademis. Dalam hal ini, guru sebagai
fasilitator harus dapat memahami karakter dan gaya belajar peserta didik.
Begitu pentingnya mengenal dan memahami karakter peserta didik maka seorang
guru harus meluangkan waktunya bersama peserta didik dan memberikan perhatian
yang maksimal pada peserta didik dalam membimbing mereka pada tercapainya
tujuan pendidikan. Sesungguhnya keberadaan dan kesunguhan guru dalam
melaksanakan tugas akan memberikan energi positif bagi peserta didiknya dalam
mewujudkan harapan indah meraih cita-cita yang luar biasa. Banyak manfaat yang
dapat dipetik bila seorang guru mampu mengenal kepribadian dan karakter
siswanya dengan baik. Beberapa manfaat tersebut adalah:
a)
Mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkannya
b)
Mendeteksi kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya
c)
Mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan mengoptimalkannya
untuk kesuksesan dimasa yang akan datang
d)
Menyadarkan mereka bahwa mereka masih memiliki banyak kekurangan sehingga
pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain.
C. Cara
Memahami Karakter Anak Didik
Guru merupakan pemegang peran yang
amat sentral dalam proses pendidikan. Upaya meningkatkan profesionalisme para
pendidik adalah suatu keniscayaan. Guru harus mendapatkan program-program
pelatihan secara tersistem agar tetap memiliki profesionalisme yang tinggi dan
siap melakukan adopsi inovasi. Guru juga harus mendapatkan penghargaan dan
kesejahteraan yang layak atas pengabdian dan jasanya, sehingga setiap inovasi
dan pembaruan dalam bidang pendidikan dapat diterima dan dijalaninya dengan
baik.
Untuk mengenal dan memahami peserta
didik, guru hendaknya dibekali dengan Ilmu Psikologi Pendidikan, Ilmu Psikologi
belajar dan Ilmu Psikologi Perkembangan serta ilmu kesulitas anak dalam
belajar. Ilmu tersebut terdapat konsep-konsep dasar tentang perkembangan
kejiwaan peserta didik yang sangat membantu guru dalam mendampingi mereka.
Disiplin ilmu ini sudah mulai dilupakan atau kurang diperhatikan guru sehingga
kesulitan demi kesulitan dialami guru ketika berhadapan dengan peserta didik.
Banyak masalah yang dihadapai peserta didik yang tidak terlalu berat tetapi
karena kurang tepatnya pendekatan dan terapi yang digunakan guru dalam
menyelesaikan masalah itu. Hal ini tidak menghasilkan penyelesaian10 secara
tuntas dan masalah itu tetap menyelimuti peserta didik yang memberatkan
langkahnya dalam meraih cita-cita. Dalam menjalankan tugas, seorang guru dapat
berperan sebagai Psikolog, yang dapat mendidik dan membimbing peserta didiknya
dengan benar, memotivasi dan memberi sugesti yang tepat, serta memberikan
solusi yang tuntas dalam menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan
karakter dan kejiwaan peserta didiknya, guru berperan sebagai Tut Wuri
Handayani yang memberikan arahan bagi anak didiknya dan mendorong mereka untuk
lebih maju ke depan.
Guru juga hendaknya mampu berperan
sebagai seorang dokter yang memberikan terapi dan obat pada pasiennya sesuai
dengan diagnosanya. Salah diagnosa maka salah juga terapi dan obat yang
diberikan sehingga penyakitnya bukannya sembuh tetapi sebaliknya semakin parah.
Demikian pula dengan anak didik, Beberapa karakteristik anak didik yang perlu
dipahami oleh pendidik terutama dalam rangka melaksanakan praktek Pendidikan.
D. Contoh
karakteristik peserta didik
Ada
beberapa contoh karakteristik peserta didik diantaranya:
1.
Senang bermain
2.
Selalu ingin tahu
3.
Mudah Terpengaruh
4.
Suka Meniru
5.
Manja
6.
Berani
7.
Kreatif
8.
Keras Kepala
9.
Suka berkhayal
10.
Emosi
11.
Senang dipuji
12.
Ingin bebas
13.
Suka Mengganggu
14.
Mendambakan kasih sayang dan rasa aman
15.
Selalu ingin mencoba 16. Ingin diperhatikan
17.Punya
sipat polos
18.
Suka menentang
19.
Egois
Karakteristik Anak Usia Sekolah
Dasar (SD) Usia rata-rata anak Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6
tahun dan selesai pada usia 12 tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan
perkembangan anak, berarti anak usia sekolah berada dalam dua masa
perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah (6-9 tahun) dan masa kanak-kanak
akhir (10-12 tahun). Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang
berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Ia senang bermain, senang
bergerak, senang bekerja dalam kelompok dan senang merasakan atau melakukan
sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu, guru hendaknya mengembangkan
pembelajaran yang mengandung unsur permainan, mengusahakan siswa berpindah atau
bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan
untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.
Menurut pendapat Darmodjo anak usia
sekolah dasar adalah anak yang sedang mengalami perrtumbuhan baik pertumbuhan
intelektual, emosional maupun pertumbuhan badaniyah, di mana kecepatan
pertumbuhan anak pada masing-masing aspek tersebut tidak sama, sehingga terjadi
berbagai variasi tingkat pertumbuhan dari ketiga aspek tersebut. Ini suatu
faktor yang menimbulkan adanya perbedaan individual pada anak-anak sekolah
dasar walaupun mereka dalam usia yang sama. Siswa sekolah dasar berada pada
tahap operasional kongkrit, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis,
masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu berfikir
logis, tetapi masih terbatas pada objek-objek kongkrit, dan mampu melakukan
konservasi.
Karakteristik pertama anak SD adalah
senang bermain. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan
pendidikan yang bermuatan permainan lebih – lebih untuk kelas rendah. Guru SD
seyogyanya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur
permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pengajaran yang
serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling
antara mata pelajaran serius seperti IPA, bahasa inggris, Matematika, dengan
pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan olah raga dan
kesehatan , atau Seni Budaya dan Keterampilan (SBK), seni tari dan lainnya.
Karakteristik yang kedua adalah senang melakukan aktifitas yang penuh dengan
gerakan, orang dewasa dapat duduk berjam-jam, sedangkan anak SD dapat duduk
dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya
merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak.
Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai
siksaan.
Karakteristik yang ketiga dari anak
usia SD adalah anak senang bersosialisasi dengan temannya sehingga mereka
senang bekerja dalam kelompok. Dari pergaulanya dengan kelompok sebaya, anak
belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi, seperti: belajar
memenuhi aturan-aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung
pada diterimanya dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar
bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajarai olah raga dan membawa
implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak
untuk bekerja atau belajar dalam kelompok, serta belajar keadilan dan
demokrasi.
Karakteristik ini membawa implikasi
bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk
bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk15 membentuk
kelompok kecil dengan anggota 3-4 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan
suatu tugas secara kelompok. Anak usia SD ditandai oleh tiga dorongan ke luar
yang besar yaitu (1)kepercayaan anak untuk keluar rumah dan masuk dalam
kelompok sebaya (2)kepercayaan anak memasuki dunia permainan dan kegiatan yang
memperlukan keterampilan fisik, dan (3) kepercayaan mental untuk memasuki dunia
konsep, logika, dan logika dan simbolis dan komunikasi orang dewasa.
Komentar
Posting Komentar