Manajemenkelas_

 Nama: Fina Syapitri

Nim: 11901302

Kelas: PAI 4C

Tugas: Magang 1

Buku:

Judul: Teori, model, Prosedur Manajeman Kelas dan Efektivitasnya

Penulis: Slameto

Penerbit: CV. Penerbit Qiara Media

Manajeman Kelas

 Menurut yang saya baca mengapa manajeman kelas penting karena mengelola kelas sebagai lingkungan belajar adalah tanggung jawab utama dan juga kepedulian berkelanjutan bagi semua guru, bahkan bagi mereka yang memiliki pengalaman bertahun-tahun (Good & Brophy dalam Micheal S. Mills 2010). Ada beberapa alasan pertama banyak hal yang terjadi diruangan kelas secara bersamaan, bahkan peserta didik tampaknya hanya melakukan satu tugas yang sama. Tapi jika dilihat lebih jauh beberapa mungkin terjebak pada masalah tertentu, masing-masing berbeda alasan. Beberapa peserta didik lain hanya bekerja pada satu atau dua soal sekarang mengobrol dengan tenang satu ssma lain dari pada melanjutkan mengerjakan. Yang lain lagi selesai dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan selanjutnya. Setiap saat peserta didik membutuhkan suatu hal yang berbeda, petunjuk yang berbeda berbagai jenis dorongan.

 Keragaman tersebut semakin meningkatkan jika guru sengaja menugaskan beberapa kegiatan ke kelompok atau individu yang berbeda (Micheal S. Mills 2010). Secara umum ruangan kelas yang fleksibel penting untuk belajar, bukan hanya untuk diferensiasi. Para ahli memberi tahu ada tiga kategori lingkungan ruangan kelas dalam istilah manajeman kelas yaitu, difungdional, memadai, dan teratur,

1. Lingkungan kelas yang digungsional, tentu saja sering kali kacau balau. Guru secara konsisten berjuang untuk mempertahankan pengendaliannya, sayangnya hanya sedikit terjadi pembelajaran apalagi pembelajaran yang berkelanjutan.

2. Lingkungan kelas yang memadai menunjukan tingkat keteraturan mendasar, tetapi guru masih harus berjuang untuk mempertahakanya.

3. Lingkungan kelas terteib dibagi dalam dua kategori lebih lanjut:

Lingkungan kelas yang terbatas dan lingkungan kelas yang memungkinkan.

a. Lingkuan belajar yang teratur dan terbatas adalah ruang kelas yang ketat, guru yang mempertahankan struktur timgkat tinggi, mengelola rutinitas dengan ketat, dan menggunakan beberapa strategi pembelajaran.

b. Lingkungan kelas yang tertib, memungkinkan lingkungan belajar berjalan lancar, ruang kelas yang mewujudkan struktur yang lebih longgar. Di ruang kelas ini, guru menggunakan berbagai rutinitas dan strategi pembelajaran, dan penekanannya adalah pada peserta didik membuat makna atas konten yang dipelajarinya.

Pengertian Manajeman Kelas

Kelas berasal dari kata classis II (bahasa Romawi), yang berarti panggilan (Summons). Pada awalnya, keasl digunakan untuk pengertian panggilan untuk mengangkat senjata. Pada abad k 13, kelas II mulai digunakan untuk sekelompok peserta didik yang berpeluang belajar bersama. Senge (Smith, M, K. 2001) mendefinisikan ruangan kelas adalah sebuah ruangan kelas yang terbuka terus-menerus, di mana orang dipanggil bersama untuk belajar tetang dunia sekitar. Dengan demikian kelas adalah sekelompok kecil sebagai bagian dari masyarakat sekolah, yang diorganisirunit kerja secara dinamis untuk menyelenggrakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif, efisien, dan kreatif untuk mencapai tujuan.

 Tahaun 1960 menandari perubahan-perubahan dalam konsep- konsep manajemen kelas, manajeman kelas dianggap sebagai disiplin ilmu atau lebih tepatnya melakukan penaganan masalah prilaku peserta didik. Sangat penting untuk membuat batasan konsep manajeman kelas yang cukup jelas yang berdampak pada proses pembelajaran. Di sisi lain banya peneliti percaya bahwa manajeman kelas adalah sesuatu yang berbeda dari mengendalikan prilaku peserta didik.

 Termenologi manajeman kelas adalah prosedur, strategi atau pendekatan, dan teknik mengajar, yang digunakan untuk mengarahkan prilaku dan kegiatan belajar peserta didik (Starr, 2005). Menejemen kelas efektif apabila lingkungan sangat kondusif dalam proses belajar mengajar. sehingga kegiatan guru yang terpenting dalam proses belajardi kelas adalah mengelola, mengorganisasi, dan mengkoordinasi upaya kemauan peserta didik dalam menyelesaikan tujuan Pendidikan. Dengen demikian, kerberhasilan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari manajeman kelas yang baik.

 Istilah manajeman kelas (pengelola kelas) sering digunakan untuk menggambarakan kesiapan peserta didik belajar dengan baik. Seperti yang dikemukakan oleh L, Wilt (2005), bahwa manajeman kelas didefinisikan sebagai penggunaan tata cara, untuk memastikan sebuah lingkungan mendukung terlaksanaanya pembelajaran dengan sukses. Manajeman kelas tidak sekedar bagaimana mengatur ruang dengen segala sarana-prasarananya, tetapi menyangkut interaksi dari pribadi-pribadi yang ada di dalamnya. Manajeman kelas lebih menjadi suatu komonitas yang penuh persaudaraan dan kekeluargaan.

 Banya definisi tentang manajemen kelas, seperti hanya juga definisi manajemn itu sendiri. Dari beberapa ahli diantaranya Emmer (davis dan Thomas, 1989) mendefinisikan manajeman kelas sebagai perangkat prilaku dan kegiatan yang diarahkan untuk menarik prilaku peserta didik yang wajar, pantas, dan layak serta usaha meminimalkan gangguan. Dayle (1987) menyatakan manajeman kelas menunjukan pada tindakan dan strategi guru yang digunakan untuk memperbaiki kententraman di dalam ruangan kelas.

 Manajeman kelas adalah keseluruhan proses yang mencangkup semua prilaku guru untuk mengatur peserta didik, waktu, peralatan, kelas, dan alat peraga. Yang paling utama tujuan dari proses ini adalah untuk mendukung pengajaran yang efektif dari para peserta didik, membuat pelajaran jadi lebih baik, memberikan kesempatan untuk mengespresikan diri mereka dan juga meningkatkan interaksi dengan guru dangan mempertimbangkan individu, social, dan keadaan budaya (Mullikin, 1982) definisi lain menambahkan bahwa manajeman kelas adalah berbagai kelompok ukuran organisasi yang digunakan oleh guru untuk mengatur dan mengkoordinasi peserta didik, menciptakan lingkungan kelas yang positif yang mengarah pada pembelajaran yang efektif yang suskses dan dengan sedikit upaya dan waktu (Gaber, 2005).

  Hamade (Ali tared Aldassari, 2013) berpikir bahwa konsep manajemn kelas tidak terbatas pada ruangan kelas namun pengendalian, itu termasuk perencanaan yang baik untuk mencapai pembelajara yang sesuai lingkungan, manajeman kelas adalah sekelompok tindakan bercampur yang dilakuakn oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

 Azrak (2005) menyatakan bahwa konsep menejemen kelas menunjukan pengajaran dan tugas dan prosedur organisasi yang dilakukann oleh guruselama proses pengajaran di kelas.. termasuk langkah-langkah disiplin dan pengendalian yang membantu untuk memastikan bahwa peserta didik tenang, tanpa takut akan hukuman, dengan demikian membantu pencapaian hasil Pendidikan yang dinginkan.

 Hasil penelitian reavis dan kawan-kawan menyatakan bahwa sekolah yang baik adalah sekolahnyang dapat membangun lingkuangan pemebelajaran dan pengajaran yang kondusif, untuk timbulnya interaksi guru peserta didik. Mengelola keadaan yang ada sehingga berdampak positif pada pengalaman peserta didik untuk prestasi pendidikannya.

 Definisi manajemen kelas (Evertson dan Weinstein, 2006) merujuk pada definisi tentang manajeman kelas terhadap tindakan yang diambil oleh guru untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pembelajaran baik secara akademik dan social-emosionalpeserta didik: yang tergambarkan dalam lima jenis tindakan. Untuk mencapai kualitas manajeman kelas yang tinggi, guru harus:

1. Mengembangkan kepedulian, hubungan yang mendukung dengan dan diantara peserta didik,

2. Mangatur dan menerapkan pembelajaran dengan cara mengoptimalkan akses peserta didik untuk belajar guru harus

3. Mendorong keterlibatan peserta didik dalam tugas-tugas akademik, yang dapat dilakukan dengen menggunakan metode manajemen kelompok (misalnya, dengan menetapkan aturan dan prosedur guru); guru harus

4. Mempromosikan pengembangan keterampilan social peserta didik dan penganturan (Membuat peserta didik bertanggung jawab atas prilaku mereka). Akhirnya guru harus dapat

5. Menggunakan intervensi yang tepat untuk membantu peserta didik dengan masalah perilaku.

 Manajeman kelas berfokus pada cara menetapkan dan memperbaiki sistem yang dapat meningkatkan bagi kelompok kelas dari pada cara menandai dan menghukum prilaku buruk, memutuskan perangai yang kacau atau menangkap perhatian setiap individu peserta didik. Dengan demikian, manajeman kelas mempunyai implikasi terhadap pencegahan prilaku negative peserta didik, seperti menganggu teman-temannya, tidak melakukan tugasnya, dan berhubungan dengan hasil belajar dan siskap peserta didik dalam belajar. Manajeman kelas berhubungan dengan fungsi kegiatan: 1 interaksi individu terhadap tingkah laku kolektif/ kelas, 2 menciptakan kondisi dan mengarahkann usaha peserta didik untuk mencapai tujuan yang maksimal, dan 3 mengintegrasikan kelompok sehingga individu-individu menemukan kebutuhan yang terbaik dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan masing-masing.

 Definisi manajeman kelas bervariasi tetapi mereka memiliki kesamaan berikut ini.

1. Manajeman kelas bertujuan untuk menyediakan lingkuan belejar yang positif dan efektif dan menciptakan waktu tingkat tinggi dalam berbagai tugas

2. Teoeri dan buku-buku panduan menawarkan strategi yang tak terhitung tentang cara mengelola kelas dengan nsukses; pada umumnya berpendapat adalah lebih penting untuk mencegah intruksi dan untuk menanggapi dengan tepat prilaku yang salah/ meyimpang, untuk menjaga momentum dan kelancaran, dan untuk membangun harapan secara social dalam bentuk aturan tata tertib / rutinitas.

3. Lebih penting memilih tindakan yang tepat (tergantung pada situasi spesifik) dari pada hanya mengetahui masing-masing startegi; jelas, hanya pengetahuan tentang berbagai strategi tidak dapat digunakan, kecuali guru mampu menerapkan secara tepat dalam situasi kelas tertantu.

4. Pengetahuan tentang manajemn kelas mencangkup pengetahuan proposisional tentang teori dan prinsip manajemen kelas, pengetahuan tentang kasus-kasus atau prototipe spesifik terkait manajeman kelas, dan pengetahuan-pengetahuan strategi sebagai “kebijaksanaan praktek”.

5. Pengetahuan strategi mencakup penilaian professional yang terampil dalam situasi kontodiktif yang kompleks. Ini berkembang melalui pengalaman praktis, ketika pengetahuan profesioanal dikombinasikan dengan kasus dan situasi yang kompleks di kelas.

 Konsep manajeman kelas lebih luas cakupannya dari pada yang tersirat dalam istilah yang lebih kuno seperti disiplin “atau” kontro”. Itu termasuk semua hal seorang guru harus melakukan untuk mendorong keterlibatan peserta didik dan kegiatan Kerjasama dikelas dan untuk membangun lingkuan belajar konsepnya sangat luas berbgai kegiatan, meliputi hal-hal seperti mengatur fisik pengeturan, mambangun dan memelihara prosedur kelas, memantau peserta didik prilaku, berurusan dengan prilaku menyimpang, membuat peserta didik bertanggung jawab, bekerja, dan melakukan pelajaran yang membuat, peserta peserta didik tetap fokus.

Tujuan dan Fungsi Manajemen kelas

 Manajeman kelas mengaplikasikan beberapa prinsip ilmiah agar dalam manajemen interaksi belajar mengajarnya berjalan dengan tetap, efisien, efektif, dan produktif, dalam mencapai tujuan efertson dan Weinstein (2006) mendefinisikan menajeman kelas sebagai: “tindakan yang diambil oleh para guru untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan menfasilitasi pembelajaran baik akademis maupun social/ emosional. Dengan kata lain, manajemen kelas memiliki dua tujuan berbeda, tidak hanya berusaha untuk membangun dan mempertahakan lingkuangan tertib bsehingga peserta didik dapat terlibat dalam pemebelajaran yang bermakna, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan pertubuhan social dan moral peserta didik.


Komentar