Manajemensekolah_
Nama: Fina Syapitri
Kelas: PAI 4C
Tugas: Magang 1
Dari jurnal yang saya baca manajemen pendidikan adalah proses yang perlu diterapkan di setiap sekolah. Arti dari kata manajemen adalah mengelola. Mengelola sekolah agar tujuan pendidikan bisa tercapai. Mengapa perlu adanya manajemen sekolah untuk meningkatkan efisien, mutu sekolah dan pemerataan pendidikan sekolah. Semue itu bisa dilakukan melalui pengelolaan sumber daya yang ada
1. Pengertian Manajemen Sekolah
Manajeme Sekolah sebagai terjemahan dari School Management adalah suatuPendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolahDengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi. Masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, Kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Manajemen Sekolah Merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders). Pakar menyatakan, “Manajemen Sekolah merupakan suatu bentuk upayaPemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri
Dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama. Diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran,Dengan mendayagunakan segala sumber yang ada dilingkungan sekolah. Manajemen Sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut”.
Manajemen sekolah dapat difinisikan sebagai suatu proses kerja komunitas sekolah dengan cara menerapkan kaidah-kaidah otonomi, akuntabilitas, partisipasi, dan sustainabilitas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara bermutu.bPengertian Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah pada dasarnya merupakan kelanjutan dan implementasi dari Manajemen Sekolah yang didefinisikan oleh para ahli pendidikan, sebagaimana dinyatakan:
School management can be viewed conceptually as formal alteration of governance structures, as a form of decentralization that identifies the individual school as the primary unit of improvement and relies on the redistribution of decision-making authority as the primary means through which improvement might be stimulated and sustained
Dengan mengalihkan wewenang dalam keputusan dari pemerintahan tingkat pusat (Departemen)/Dinas Pendidikan (Provinsi/Kabupaten/kota) ke tingkat sekolah, diharapkan sekolah akan lebih mandiri
2. Tujuan Manajemen Sekolah
Menurut Supriono Subakir tujuan utama penerapan Manajemen Ssekolahadalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi Pendidikan di sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi Sekolah untuk mengelola urusannya sendiri.
Adapun menurut E. Mulyasa, tujuan Manajemen Sekolah adalah:
a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.
b. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah.
c. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Secara rinci, Tujuan Manajemen Sekolah
Menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah :
1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah.
4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu Pendidikan yang akan dicapai.
Pakar ilmu pendidikan menyatakan: Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah, terutama sumberdaya manusianya, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan sumberdaya manusia ini melalui pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan pemberian tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.
3. Fungsi Manajemen Sekolah Sekolah
Manajemen Sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah. Dengan diberikannya kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimentasi di lingkungan sekolahnya. Manajemen sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolahterhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah. Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, aspek-aspek tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan sekolah. Adanya kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah, pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghapuskan monopoli dalam pendidikan.
4. Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah
Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.
a. Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality)
Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen Sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.
b. Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization)
Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen Sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitas. Prinsip desentralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.
c. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Principle of Self-Managing System)
Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan Prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke tingkat sekolah.
d. Prinsip Inisiatif Manusia (Principle of Human Initiative)
Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, melainkan dinamis. Menurut Husaini Usman, Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Manajemen Sekolah antara lain sebagai berikut:
1) Komitmen, kepala sekolah dan warga sekolah harus mempunyai
Komitmen yang kuat dalam upaya menggerakkan semua warga sekolah untuk ber Manajemen Sekolah.
2) Kesiapan, semua warga sekolah harus siap fisik dan mental untuk ber manajemen Sekolah.
3) Keterlibatan, pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak dalam mendidik anak.
4) Kelembagaan, sekolah sebagai lembaga adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efektif.
5) Keputusan, segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan.
6) Kesadaran, guru-guru harus memiliki kesadaran untuk membantu dalam pembuatan keputusan program pendidikan dan kurikulum.
7) Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasian dana.
8) Ketahanan, perubahan akan bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholders sekolah.
5. Karakteristik Manajemen Sekolah
Di Amerika Serikat, karakteristik baru ditemukan pada era reformasi Pendidikan “generasi keempat”. Menurut Bailey yang dikutip oleh Sudarwan Danim, berdasarkan gerakan reformasi “generasi keempat” ini tersimpullah kerakateristik Ideal manajemen berbasis sekolah dan karakteristik ideal sekolah untuk abad ke-21
(school for the twenty-first characteristics), seperti berikut ini.
a. Adanya Keragaman dalam Pola Pengajian Guru
Istilah populernya adalah pendekatan prestasi (Merit System) dalam hal pengajian dan pemberian aneka bentuk kesejahteraan material lainnya.
b. Otonomi Manajemen Sekolah
Sekolah menjadi sentral utama manajemen pada tingkat strategis dan. Operasional dalam kerangka penyelenggaraan program pendidikan dan Pembelajaran.
c. Pemberdayaan Guru secara Optimal
Dikarenakan sekolah harus berkompetisi membangun mutu dan membentuk citra di masyarakat guru-guru harus diberdayakan dan memberdayakan diri secara optimal bagi terselenggaranya proses pembelajaran yang bermakna.
d. Pengelolaan Sekolah secara Partisipatif
Kepala sekolah harus mampu bekerja dengan dan melalui seluruh komunitas sekolah agar masing-masing dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara baik dan terjadi transparansi pengelolaan sekolah.
e. Sistem yang Didesentralisasikan
Dibidang penganggaran misalnya, pelaksanaan Manajemen Sekolah mendorong sekolah-sekolah siap berkompetisi untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau dari pemerintah secara kompetitif (block grant) dan mengelola dana itu dengan baik.
f. Sekolah dengan Pilihan atau Otonomi Sekolah dalam Menentukan Aneka
Pilihan. Program akademik dan non akademik dapat dikreasi oleh sekolah sesuai dengan kapasitasnya dan sesuai pula dengan kebutuhan masyarakat lokal, nasional, atau global.
g. Hubungan Kemitraan (Partnership) antara Dunia Bisnis dan Dunia Pendidikan hubungan kemitraan itu dapat dilakukan secara langsung atau melalui Komite sekolah.
h. Akses Terbuka bagi Sekolah untuk Tumbuh Relatif Mandiri
Perluasan kewenangan yang diberikan kepada sekolah memberi ruang gerak baginya untuk membuat keputusan inovatif dan mengkreasi program demi peningkatan mutu sekolah.
6. Partisipasi dalam Penerapan Manajemen Sekolah
Partisipasi dan keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan memungkinkan lahirnya kebijakan dan keputusan yang baik. Karena itu perlu komunikasi intensif dan terbuka antara pihak-pihak berkepentingan seperti komite sekolah, Dinas Pendidikan setempat, orang tua peserta didik, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, tenaga kependidikan, karyawan sekolah, anak didik, dan pihak lain yang berkepentingan. Untuk memenuhi layanan belajar yang memuaskan, maka aspirasi masyarakat melalui suatu wadah seperti Komite Sekolah diakomodasikan dalam
Berbagai kepentingan untuk peningkatan kinerja sekolah. Antara lain direfleksikan Pada rumusan visi, misi, tujuan, dan program-program prioritas sekolah. Menyusun dan menentukan strategi penyelenggaraan program sekolah, dan mampu menentukan arah pembangunan pendidikan di sekolah yang sesuai dengan tuntutan masyarakatnya akan kualitas layanan belajar di sekolah.
Tidak ada pihak berkepentingan (stakeholders) yang dianggap superior. Semua stakeholders walau mereka Dewan Pendidikan, guru baru, atau orang tua, Membawa input (pengalaman) dan kebutuhan mereka ke meja diskusi untuk mencari Jalan terbaik membantu memenuhi keperluan mereka sendiri. Tanggapan masyarakat Sekolah terhadap Manajemen Sekolah akan tergantung pada bagaimana persepsi
Komentar
Posting Komentar