Pengalamanberbahasa_
PENGALAMAN BERBAHASA
Assalamu'alaikum Warahmatullah wabarokatuh
Perkenalkan nama Saya Fina Syapitri mahasiswa IAIN pontianak Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan prodi Pendidikan aAgama Islam. saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman berbahasa Saya dengan teman waktu sma, saya memiliki teman yang bernama aisyah fadillah Kelas kami sama dari kelas 10 sampai kelas 12 kami pun akrab sampai sekarang pun masih akrab walaupun sudah beda universitas, saat di kelas saya dan aisyah sedang membicarakan tentang dedaian. Dedaian saya tidak tau itu dari bahasa mana tapi saya sehari-hari di rumah memakai bahasa itu, di saat saya mengucapkan kata dedaian aisyah sangat ke bingungan itu dari bahasa mana katanya bahsa saya gunakan itu aneh karna saya pun tidak bisa menjelaskan bahasa dedaian, padahal saya mengerti dedaian itu jemuran, saya sudah terbiasa memakai kata dedaian karna di rumah terbiasa memakai bahasa sehingga terbawa sampai ke lingkup sekolah.
Dan masih ada cerita perbedaan bahasa saya di saat saya berbicara ke pada teman sma saya siti nurjannah nungana panggilanya dia orang jawa di saat saya pakai bahasa sehari-hari di rumah saya, saya bilang "belangak" nungana kebingungan belangak itu apa di saat itu saya menjelaskan itu yg biase di pakai untuk merebus air nungana masih ke bingungan, saya Mengerti bahwasanya belangak itu panci tetapi saya di rumah tidak terbiasa menyebutnya panci dan terbiasa memakai bahasa itu di rumah saya
Masih ada pengalam berbahsa saya pada waktu sma di satu organisasi teman saya yang perempuan mayoritas sukunya jawa hanya saya dan teman saya yg sukunya yang berbeda saya bugis asli dia bugis sambas silviana namanya di saat ngumpul bersama mereka semuanya pada berbahasa jawa sehingga saya dan silviana kebingungan mau berbicara tapi bahasanya berbeda dan tidak mengerti pada saat itu saya dan silviana bilang ke mereka pakai bahasa melayu agar kami mengerti.
jadi kesimpulannya pakai lah bahasa indonesia atau bahasa melayu di saat kamu dalam ruang lingkup ramai contoh kampus atau di organisasi karna tak semua orang mengerti dan memahaminya
Sekian cerita pengalaman berbahasa saya terimakasih sudah mamapir dan membaca blog saya semoga bermanfaat:)
Sumsalamau'alaikum Warahmatullah wabarokatuh
Assalamu'alaikum Warahmatullah wabarokatuh
Perkenalkan nama Saya Fina Syapitri mahasiswa IAIN pontianak Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan prodi Pendidikan aAgama Islam. saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman berbahasa Saya dengan teman waktu sma, saya memiliki teman yang bernama aisyah fadillah Kelas kami sama dari kelas 10 sampai kelas 12 kami pun akrab sampai sekarang pun masih akrab walaupun sudah beda universitas, saat di kelas saya dan aisyah sedang membicarakan tentang dedaian. Dedaian saya tidak tau itu dari bahasa mana tapi saya sehari-hari di rumah memakai bahasa itu, di saat saya mengucapkan kata dedaian aisyah sangat ke bingungan itu dari bahasa mana katanya bahsa saya gunakan itu aneh karna saya pun tidak bisa menjelaskan bahasa dedaian, padahal saya mengerti dedaian itu jemuran, saya sudah terbiasa memakai kata dedaian karna di rumah terbiasa memakai bahasa sehingga terbawa sampai ke lingkup sekolah.
Dan masih ada cerita perbedaan bahasa saya di saat saya berbicara ke pada teman sma saya siti nurjannah nungana panggilanya dia orang jawa di saat saya pakai bahasa sehari-hari di rumah saya, saya bilang "belangak" nungana kebingungan belangak itu apa di saat itu saya menjelaskan itu yg biase di pakai untuk merebus air nungana masih ke bingungan, saya Mengerti bahwasanya belangak itu panci tetapi saya di rumah tidak terbiasa menyebutnya panci dan terbiasa memakai bahasa itu di rumah saya
Masih ada pengalam berbahsa saya pada waktu sma di satu organisasi teman saya yang perempuan mayoritas sukunya jawa hanya saya dan teman saya yg sukunya yang berbeda saya bugis asli dia bugis sambas silviana namanya di saat ngumpul bersama mereka semuanya pada berbahasa jawa sehingga saya dan silviana kebingungan mau berbicara tapi bahasanya berbeda dan tidak mengerti pada saat itu saya dan silviana bilang ke mereka pakai bahasa melayu agar kami mengerti.
jadi kesimpulannya pakai lah bahasa indonesia atau bahasa melayu di saat kamu dalam ruang lingkup ramai contoh kampus atau di organisasi karna tak semua orang mengerti dan memahaminya
Sekian cerita pengalaman berbahasa saya terimakasih sudah mamapir dan membaca blog saya semoga bermanfaat:)
Sumsalamau'alaikum Warahmatullah wabarokatuh
Komentar
Posting Komentar